ANALISIS KEBERHASILAN PROGRAM PEMBINAAN DI LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA NUSAKAMBANGAN

Penulis

  • Ivan Ardra Tamera Universitas Pasundan
  • Danil Faeza Letra Universitas Pasundan

Kata Kunci:

Nusakambangan, Narkotika, Pembinaan

Abstrak

Abstract: This paper discusses the coaching program in Nusakambangan Class IIA Narcotics Prison. The circulation and abuse of narcotics is a national problem and is taken seriously by the government because it can damage the morale of the country. Therefore, the government places great emphasis on eradicating drug abuse. Every year there is an increase in narcotics cases in Indonesia, this is based on statistical data provided by the National Narcotics Agency. The purpose of this study was to determine whether the coaching program in Nusakambangan Class IIA Narcotics Prison was effective. This research uses normative juridical methods, so the approach chosen is based on important legal sources and considers theories, concepts, legal principles, and legal regulations relevant to this study, researchers want to know the situation directly in Nusakambangan Prison, the author wants to answer issues regarding the rights of prison-assisted residents, and with this method researchers can see directly the facts in the field. Based on the findings obtained by the author through interviews with prison officers of assisted citizens in NusaKambangan Class IIA Narcotics Prison, 97 people who committed re-crimes in Nusa Kambangan Class IIA Narcotics Prison. This shows that the performance of officers in carrying out coaching has been carried out, it's just that due to the lack of prison officers which when viewed is very far compared to the number of Assisted Citizens so that it is not balanced.

Abstrak: Tulisan ini membahas mengenai program pembinaan yang ada di Lapas Narkotika Kelas IIA Nusakambangan. Peredaran dan penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan nasional dan dianggap serius oleh pemerintah karena dapat merusak moral negara. Oleh karenanya, pemerintah sangat menekankan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Tiap tahun terjadi peningkatan kasus Narkotika yang ada di Indonesia, hal ini didasarkan pada data statistik yang diberikan oleh Badan Narkotika Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah program pembinaan yang ada di Lapas Narkotika Kelas IIA Nusakambangan sudah efektif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative maka  Pendekatan yang dipilih didasarkan pada sumber-sumber hukum penting dan mempertimbangkan teori, konsep, asas hukum, dan peraturan hukum  yang relevan dengan penelitian ini, peneliti ingin mengtahui situasi langsung di Lapas Nusakambangan,  penulis ingin menjawab isu mengenai hak-hak para warga binaan pemasyarakatan, serta dengan metode ini peneliti bisa melihat langsung fakta yang ada dilapangan. Berdasarkan temuan yang diperoleh penulis melalui wawancara dengan petugas Lapas warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA NusaKambangan, warga binaa yang melakukan tindak pidana ulang di Lapas Narkotika Kelas IIA Nusa Kambangan berjumlah 97 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja petugas dalam melaksanakan pembinaan sudah terlaksanakan, hanya saja dikarenakan kuranganya jumlah petugas lapas yang jika dilihat sangat berbanding jauh jika dibandingkan dengan jumlah Warga Binaan Pemasyaakatannya sehingga tidak seimbang.

Unduhan

Diterbitkan

2024-02-01