STRATEGI PASANGAN SUAMI ISTRI DISABILITAS TUNANETRA DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH DI KOTA SOLOK

Penulis

  • Syafron Junaidi Kementerian Agama Kota Solok
  • Elimartati UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Sri Yunarti UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Kata Kunci:

Keluarga Sakinah, Pasangan Disabilitas Tunanetra, Faktor Pendukung dan Penghambat

Abstrak

Pokok permasalahan dalam penelitian  ini adalah upaya  pasangan suami isteri disabilitas dalam mewujudkan keluarga sakinah  dan faktor pendukung dan penghambat bagi pasangan suami istri disabilitas tunanetra dalam mewujudkan keluarga sakinah di Kota Solok. Tujuannya adalah untuk menjelaskan dan menganalisis upaya pasangan suami isteri disabilitas dalam mewujudkan keluarga sakinah  dan menemukan serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat bagi pasangan suami istri disabilitas tunanetra dalam mewujudkan keluarga sakinah di Kota Solok. Metode penelitian ini bersifat field research dan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sebagai sumber data terdiri dari data primer yaitu pasangan suami-istri dan orang tua pasangan disabilitas tunanetra di Kota Solok. Data didapatkan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisa data menggunakan: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Sementara Teknik penjamin keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi yaitu dengan cara mengkroscek data dari berbagai sumber yang ada dan dalam hal ini triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan suami istri disabilitas tunanetra di Kota Solok dalam mewujudkan keluarga sakinah adalah melakukan pernikahan secara tercatat, bekerja sesuai dengan skil yang dimiliki walaupun perekonomian dibawah kemiskinan, tidak berbuat asusila dan kriminal, menjalin hubungan sosial yang baik dengan masyarakat, dan menanamkan rasa kasih sayang dalam hubungan rumah tangga. Sementara itu faktor pendukung adalah kesadaran atas kekurangan mereka masing masing atas cacat fisik, kesadaran atas menerapkan ajaran ajaran agama, tempat tinggal pasangan lebih dekat dengan tempat ibadah, adanya kepedulian dan bantuan masyarakat sekitar, serta pemerintahan Daerah berupa BLT dan BAZNAS. Adapun faktor penghambat yang hadapinya adalah keterbatasan dalam mendapatkan pekerjaan, penerimaan keluarga pasangan, aksesbilitas fisik dan lingkungan, keterbatasan mobilitas, ketergantungan kepada orang lain, stigma dan diskriminasi, tantangan dalam mendidik anak, dan masalah ekonomi. Namun semua penghambat tersebut bisa dilalui dan diatasi oleh pasangan suami istri disabilitas di Kota Solok dengan baik, sehingga dari 10 (sepuluh) tolak ukur keluarga Sakinah yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah maka 7 (tujuh) tolak ukur kelurga Sakinah tidak terpenuhi oleh  pasangan disabilitas Kota Solok, serta 3 (tiga) diantaranya dapat terpenuhi, maka pasangan disabilitas tunanetra Kota Solok dikatergorikan kedalam keluarga Sakinah I

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-31