PEMBENTUKAN BUDAYA ORGANISASI ANTI-PERPELONCOAN: STRATEGI DAN TANTANGAN DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN ORGANISASI MAHASISWA YANG INKLUSIF DAN AMAN
Kata Kunci:
Perpeloncoan, Organisasi, Mahasiswa, PendidikanAbstrak
Perpeloncoan dalam organisasi mahasiswa merupakan fenomena yang telah ada sejak lama dan sering kali dianggap sebagai bagian dari proses penerimaan anggota baru. Artikel ini membahas dampak negatif dari perpeloncoan, yang tidak hanya merusak kesehatan mental dan fisik korban, tetapi juga menciptakan budaya kekerasan yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan yuridis empiris, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk perpeloncoan, termasuk bullying, serta tantangan dalam mengimplementasikan regulasi yang ada untuk mencegah praktik tersebut. Ditekankan pentingnya integrasi pendidikan anti-perpeloncoan dalam kurikulum, pembentukan tim khusus di institusi pendidikan, dan sanksi tegas terhadap pelaku. Selain itu, artikel ini menyoroti perlunya kesadaran kolektif di antara semua pihak dalam organisasi mahasiswa untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung. Dengan demikian, pembentukan budaya anti-perpeloncoan menjadi langkah krusial dalam mencegah tindakan kekerasan dan mendukung kesejahteraan anggota baru di organisasi mahasiswa.
Hazing in student organisations is a long-standing phenomenon and is often considered part of the recruitment process. This article discusses the negative impact of hazing, which not only damages the mental and physical health of victims, but also creates a sustainable culture of violence in educational settings. Through an empirical juridical approach, this research identifies various forms of hazing, including bullying, as well as challenges in implementing existing regulations to prevent the practice. It emphasises the importance of integrating anti-bullying education in the curriculum, establishing special teams in educational institutions, and strict sanctions against perpetrators. In addition, the article highlights the need for collective awareness among all parties in student organisations to create a safe and supportive environment. Thus, the establishment of an anti- hazing culture is a crucial step in preventing acts of violence and supporting the well-being of new members in student organisations.