REGULASI DAN DAMPAK KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) TERHADAP PEMBERDAYAAN UMKM DAN MASYARAKAT PEDESAAN
Kata Kunci:
Koperasi Simpan Pinjam, UMKM, RegulasiAbstrak
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sebagai lembaga keuangan berbasis komunitas, KSP memberikan akses permodalan yang lebih mudah bagi pelaku usaha kecil yang sering kali mengalami kesulitan dalam mendapatkan kredit dari perbankan konvensional. Dengan sistem simpan pinjam yang berbasis gotong royong, KSP dapat mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing UMKM. Namun, dalam praktiknya, keberadaan KSP masih menghadapi berbagai tantangan. Regulasi yang kurang ketat menyebabkan celah dalam pengawasan, yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan dana dan praktik manajemen yang kurang transparan. Selain itu, masih banyak KSP yang belum menerapkan sistem digitalisasi, sehingga pengelolaan keuangan dan transparansi operasional menjadi terbatas. Kurangnya literasi keuangan di kalangan anggota juga menjadi faktor yang menghambat efektivitas koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statutory approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun KSP telah memberikan dampak positif bagi UMKM dan masyarakat pedesaan, masih terdapat kelemahan dalam regulasi yang memungkinkan terjadinya penyimpangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, serta penerapan digitalisasi dalam operasional KSP guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan koperasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.