ANALISIS UPAYA UNESCO DALAM MENGATASI DISKRIMINASI HAK PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN DI AFGHANISTAN

Penulis

  • Celwin Desvino Halim Universitas Sumatera Utara
  • Suhaidi Universitas Sumatera Utara
  • Fajar Khaify Rizky Universitas Sumatera Utara

Kata Kunci:

Upaya UNESCO, Diskriminasi, Hak Pendidikan bagi Perempuan di Afghanistan

Abstrak

Sudah 20 tahun lamanya UNESCO berjuang dalam meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan di Afghanistan. Namun semenjak Afghanistan dikudeta oleh Taliban, akses pendidikan bagi perempuan langsung ditutup karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Kebijakan Taliban yang konservatif ini berdampak terhadap jutaan siswi dikeluarkan dari satuan pendidikan menengah dan ratusan ribu mahasiswi dilarang berkuliah. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kronologis Taliban dalam melarang akses pendidikan bagi siswi dan mahasiswi serta upaya UNESCO dalam mengatasi diskriminasi hak pendidikan bagi perempuan di Afghanistan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, studi kepustakaan, dan analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat menyimpulkan bahwa penutupan akses pendidikan bagi siswi dan mahasiswi dilatar belakangi oleh keinginan Taliban untuk mewujudkan pemurnian Islam di Afghanistan dan memandang perempuan adalah bagian dari pemurnian agama, sehingga perempuan sangat diawasi dan dilakukan kontrol ketat terhadap kehidupan mereka, yang salah satunya dengan melarang pendidikan bagi perempuan demi terlaksananya pemurnian agama di Afghanistan. Upaya yang dilakukan UNESCO adalah mengaktifkan Multi-Country Preparedness and Response Plan di Afghanistan yang salah satunya adalah mengadakan kelas literasi di seluruh Afghanistan, dan membuka peluang untuk berkomunikasi dengan Taliban berdasarkan keputusan 104 EX/Decision 3.3 of the Executive Board.

For 20 years, UNESCO has been striving to improve access to education for women in Afghanistan. However, since the Taliban takeover, access to education for women has been abruptly shut down as it is deemed contrary to Islamic values. The conservative policies of the Taliban have affected millions of schoolgirls expelled from secondary education units and hundreds of thousands of female students barred from attending universities. Therefore, this research aims to explore the chronology of the Taliban's banning of access to education for female students and efforts by UNESCO to address the discrimination against women's right to education in Afghanistan. The research methods employed include normative juridical analysis, literature review, and qualitative analysis. Based on the research findings, the author can conclude that the closure of access to education for female students is motivated by the Taliban's desire to achieve Islamic purification in Afghanistan, considering women as part of religious purification. Hence, women are closely monitored and subjected to strict control over their lives, including the prohibition of education for the sake of religious purification in Afghanistan. UNESCO's efforts include activating the Multi-Country Preparedness and Response Plan in Afghanistan, which includes organizing literacy classes across Afghanistan and opening avenues for communication with the Taliban based on Decision 104 EX/Decision 3.3 of the Executive Board.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-10