PERAN ADVOKAT DALAM MELINDUNGI HAK TERDAKWA TINDAK PIDANA NARKOTIKA BERDASARKAN ASAS PRADUGA TAK BERSALAH: PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM

Penulis

  • Hizra Mariani Universitas Islam Negri Sumatera Utara
  • Halimah Universitas Islam Negri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Advokat, Tindak Pidana Narkotika, Praduga Tak Bersalah, Hukum Pidana Islam, Keadilan Pidana

Abstrak

Advokat memiliki peran penting dalam menjamin terpenuhinya hak-hak terdakwa, termasuk dalam perkara tindak pidana narkotika yang kerap mendapat perhatian besar dari masyarakat. Dalam proses peradilan pidana, pembelaan advokat tidak dapat dipandang sebagai bentuk pembenaran terhadap tindak pidana, melainkan sebagai upaya memastikan bahwa pemeriksaan dan penjatuhan pidana berlangsung sesuai dengan hukum dan prinsip keadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran advokat dalam membela terdakwa tindak pidana narkotika berdasarkan prinsip praduga tak bersalah serta mengkaji relevansinya dalam perspektif Hukum Pidana Islam. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui penelaahan terhadap peraturan hukum, literatur fikih jinayah, dan karya ilmiah yang relevan. Analisis difokuskan pada kedudukan advokat dalam melindungi hak terdakwa, penerapan prinsip praduga tak bersalah, serta keterkaitan keduanya dengan nilai keadilan dan kehati-hatian dalam menetapkan kesalahan menurut Hukum Pidana Islam. Kajian ini diarahkan untuk menunjukkan bahwa pembelaan advokat merupakan bagian penting dari proses peradilan yang adil, selama dijalankan secara profesional, berintegritas, dan tidak bertentangan dengan hukum. Dengan demikian, perlindungan hak terdakwa dan penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika perlu ditempatkan dalam kerangka yang seimbang, yaitu memastikan pertanggungjawaban pidana berdasarkan pembuktian yang sah sekaligus menghormati martabat manusia.

Advocates play an important role in ensuring the protection of defendants’ rights, including in narcotics criminal cases, which often attract considerable public attention. In criminal proceedings, legal defense should not be regarded as an attempt to justify a criminal offense, but rather as an effort to ensure that the examination and imposition of criminal sanctions are conducted in accordance with the law and the principles of justice. This study aims to analyze the role of advocates in defending defendants charged with narcotics offenses based on the presumption of innocence and to examine its relevance from the perspective of Islamic Criminal Law. This research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches through an examination of legal regulations, fiqh jinayah literature, and relevant scholarly works. The analysis focuses on the role of advocates in protecting defendants’ rights, the application of the presumption of innocence, and the relationship between these principles and the values of justice and prudence in determining criminal liability under Islamic Criminal Law. This study seeks to demonstrate that legal defense by advocates constitutes an essential component of a fair judicial process, provided that it is carried out professionally, with integrity, and in accordance with the law. Therefore, the protection of defendants’ rights and the enforcement of narcotics laws must be balanced by ensuring that criminal liability is established through lawful evidence while respecting human dignity.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31