PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN INDUSTRI DI INDONESIA: KAJIAN PADA ENAM SEKTOR UTAMA

Penulis

  • Nuafal Andika Fatwa Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • M Ridho Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Sawtri Yuli Hartati Universitas Muhammadiyah Jakarta

Kata Kunci:

Industri Halal, Ekonomi Syariah, Jaminan Produk Halal, Tantangan Dan Perkembangan, Daya Saing Global

Abstrak

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang luar biasa dalam pengembangan industri halal. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perkembangan serta berbagai tantangan yang dihadapi pada enam sektor utama industri halal, yaitu sektor makanan dan minuman halal, busana Muslim (modest fashion), pariwisata ramah Muslim, farmasi dan kosmetik halal, media dan hiburan, serta sektor keuangan syariah yang berperan sebagai pendukung ekosistem. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai laporan lembaga resmi dan publikasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami kemajuan yang berarti, dengan menempati posisi tinggi dalam Global Islamic Economy Indicator, yang didorong oleh tingginya tingkat konsumsi dalam negeri. Meski demikian, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan utama, seperti ketergantungan terhadap impor bahan baku halal, belum seragamnya standar sertifikasi halal secara global, serta keterbatasan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang industri halal. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha (terutama UMKM), dan kalangan akademisi untuk memperkuat ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

As the country with the largest Muslim population in the world, Indonesia has tremendous economic potential in developing the halal industry. This study aims to examine the development and various challenges faced in six main sectors of the halal industry: halal food and beverages, Muslim fashion, Muslim-friendly tourism, halal pharmaceuticals and cosmetics, media and entertainment, and the Islamic finance sector, which plays a supporting role in the ecosystem. The research method used is a literature review utilizing secondary data from various official agency reports and scientific publications. The results show that Indonesia has made significant progress, with a high position in the Global Islamic Economy Indicator, driven by high levels of domestic consumption. However, this sector still faces several key challenges, such as dependence on imported halal raw materials, the lack of uniformity in halal certification standards globally, and a limited workforce with competencies in the halal industry. Therefore, strong collaboration is needed between the government, business actors (especially MSMEs), and historians to strengthen the Halal Product Assurance (JPH) ecosystem and increase Indonesia's competitiveness in the global market.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30