ANALYSIS OF EFFORTS TO FILE MARRIAGE ISBAT FOR UNREGISTERED MARRIAGES AT THE RELIGIOUS COURT OF PAMEKASAN

Penulis

  • Miftahul Arifin Universitas Islam Madura
  • Jamilia Susantin Universitas Islam Madura

Kata Kunci:

Isbat Nikah, Perkawinan Tidak Tercatat, Kesadaran Hukum, Hukum Keluarga Islam, Pendekatan Sosio-Legal

Abstrak

Penelitian ini mengkaji upaya pengajuan isbat nikah pada perkawinan tidak tercatat di Pengadilan Agama Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi pengajuan isbat nikah, mekanisme yang ditempuh, serta implikasi hukumnya dalam perspektif hukum keluarga Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosio-legal, yang mengombinasikan analisis hukum normatif dengan data empiris yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya permohonan isbat nikah mencerminkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik sosial masyarakat. Perkawinan tidak tercatat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya pemahaman hukum, praktik poligami tanpa izin, kendala administratif, serta kuatnya pengaruh adat dan budaya. Selain itu, perkawinan tidak tercatat menimbulkan implikasi hukum yang signifikan, terutama terkait status perkawinan, pengakuan hukum anak, hak waris, serta perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa isbat nikah berfungsi sebagai mekanisme korektif yang memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi keluarga. Selain itu, diperlukan upaya preventif melalui peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan pendekatan kultural dalam kebijakan hukum. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan hukum keluarga Islam dengan menekankan pentingnya interaksi antara norma hukum dan realitas sosial. Isbat Nikah; Perkawinan Tidak Tercatat; Kesadaran Hukum; Hukum Keluarga Islam; Pendekatan Sosio-Legal Penelitian ini mengkaji upaya pengajuan isbat nikah pada perkawinan tidak tercatat di Pengadilan Agama Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi pengajuan isbat nikah, mekanisme yang ditempuh, serta implikasi hukumnya dalam perspektif hukum keluarga Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosio-legal, yang mengombinasikan analisis hukum normatif dengan data empiris yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya permohonan isbat nikah mencerminkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik sosial masyarakat. Perkawinan tidak tercatat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya pemahaman hukum, praktik poligami tanpa izin, kendala administratif, serta kuatnya pengaruh adat dan budaya. Selain itu, perkawinan tidak tercatat menimbulkan implikasi hukum yang signifikan, terutama terkait status perkawinan, pengakuan hukum anak, hak waris, serta perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa isbat nikah berfungsi sebagai mekanisme korektif yang memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi keluarga. Selain itu, diperlukan upaya preventif melalui peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan pendekatan kultural dalam kebijakan hukum. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan hukum keluarga Islam dengan menekankan pentingnya interaksi antara norma hukum dan realitas sosial.

This study examines the efforts to file marriage isbat for unregistered marriages at the Religious Court of Pamekasan. The research aims to analyze the factors underlying the submission of marriage isbat, the mechanisms involved, and its legal implications from the perspective of Islamic family law and Indonesian positive law. This study employs a qualitative method with a socio-legal approach, combining normative legal analysis with empirical data obtained through interviews, documentation, and literature review. The findings reveal that the high number of marriage isbat applications reflects a significant gap between legal norms and social practices. Unregistered marriages are primarily driven by economic factors, lack of legal awareness, unauthorized polygamy, administrative constraints, and the strong influence of customary and cultural traditions. Furthermore, unregistered marriages have substantial legal consequences, particularly regarding marital status, children's legal recognition, inheritance rights, and legal protection for women and children. The study concludes that marriage isbat functions as a corrective legal mechanism that provides legal certainty and protection for families. It also highlights the need for preventive measures, including increasing public legal awareness and integrating cultural approaches into legal policies. This research contributes to the development of Islamic family law by emphasizing the interaction between legal norms and social realities.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31