PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP BAHAN BERBAHAYA KIMIA DALAM PRODUK KECANTIKAN

Penulis

  • Moch Rizal Ramli Universitas Narotama Surabaya

Kata Kunci:

Perlindungan Hukum, Konsumen, Kosmetik Ilegal Berbahaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perlidungan hukum bagi konsumen atas penjualan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tidak memiliki ijin BPOM. Metode dalam skripsi ini menggunakan yuridis normatif dengan Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mempelajari peraturan perundang undangan, pendekatan kasus bertujuan meneliti aturan yang terkait dengan perlindungan konsumen dan yang berhubungan dengan menggunakan kasus Salon kecantikan Iva Skincare. Kosmetik yang digemari oleh masyarakat dengan memiliki kandungan-kandungan yang baik bagi di kulit serta bisa mencerahkan kulit dengan waktu yang cepat. Karena hal tersebut para pelaku usaha memanfaatkan peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan yang besar dengan menjual kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan diedarkan tanpa memiliki ijin BPOM. Kerugian yang dialami oleh konsumen setelah menggunakan kosmetik yang mengandung bahan berbahya kulit menjadi merah-merah dan kulit menjadi iritasi, dengan adanya kerugian yang dialami konsumen pihak pelaku usaha seharusnya memberikan tanggung jawab sesuai dengan peraturan yang ada. Dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen terdapat pada pasal 19 mengenai kewajiban yang harus dilakukan oleh pelaku usaha mengenai bentuk tanggungjawab dari pelaku usaha kepada konsumen yang belum dilakukan sesuai dengan peraturan mengenai ganti rugi. Sebagai Pelaku usaha terdapat kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan terhadap konsumen yaitu pelaku usaha wajib memberikan informasi mengenai produk kosmetik yang diperjual belikan serta prouk yang diedarkan di pasaran harus memiliki ijin dari BPOM.

This research aims to examine the legal protection for consumers regarding the sale of cosmetics containing hazardous ingredients that lack BPOM (National Agency of Drug and Food Control) authorization. The method used in this undergraduate thesis is normative juridical. The research approach involves a literature study by examining laws and regulations, as well as a case approach aimed at investigating rules related to consumer protection, specifically focusing on the case of the Iva Skincare beauty salon.Cosmetics are highly popular among the public, particularly those containing beneficial ingredients that can brighten the skin quickly. Consequently, some business actors exploit this market opportunity to achieve significant profits by selling cosmetics that contain dangerous substances and distributing them without BPOM permits. Consumers who use these hazardous cosmetics suffer losses such as redness and skin irritation. Given these losses, business actors should be held accountable in accordance with existing regulations.Under Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, Article 19 specifies the obligations of business actors regarding their responsibility to consumers—responsibilities which, in many cases, have not been fulfilled according to compensation regulations. As business actors, they have specific obligations toward consumers, including the duty to provide accurate information regarding the cosmetic products being sold and ensuring that all products distributed in the market possess a valid permit from BPOM.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30