HAMBATAN INTEGRASI KEBINEKAAN: POLITISASI IDENTITAS DAN SENTIMEN PRIMORDIALISME

Penulis

  • Jovan Prima Firmansyah Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN)

Kata Kunci:

Hambatan Integrasi, Kebinekaan, Politisasi Identitas, Sentimen Primordialisme, Konflik, Konsensus

Abstrak

This paper is to analyze obstacle to diversity integration by identity and primordialism sentiment politicization. The method used in writing this research is qualitative using literature studies. Data is collected through text review and relevant research results. Data analysis was carried out in the following steps: First, the data that had been collected was classified based on the formulation of the problem under study. Second, analyzing the data that has been studied using content analysis. Third, drawing conclusions accompanied by suggestions based on the results of the analysis that was carried out previously in the first and second steps. Identity politic and primordialism could merge to make diversity integration, nevertheless it also able to transform as obstacle when they’re being use as identity and primordialism sentiment politicization. Obstacle to diversity integration, creating conflict that could result to political concensus. Through diversity integration, driving political dynamics to negative or positive effect on building an integration that tested as study on political science.

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis hambatan terhadap integrasi kebinekaan melalui politisasi identitas dan sentimen primordialisme. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini kualitatif dengan menggunakan studi literatur. Data dikumpulkan melalui kajian teks dan hasil-hasil penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: Pertama, data yang sudah dikumpulkan diklasifikasi berdasarkan rumusan masalah yang dikaji. Kedua, menganalisis data-data yang sudah dikaji menggunakan analisis isi. Ketiga, pengambilan kesimpulan disertai saran-saran berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya pada langkah pertama dan kedua. Politik identitas dan primordialisme dapat dipadukan dalam membangun integrasi kebinekaan, namun dapat bertransformasi menjadi hambatan ketika digunakan sebagai politisasi identitas dan sentimen primordialisme. Hambatan terhadap integrasi, menciptakan konflik yang juga kemudian menghasilkan konsensus politik. Melalui integrasi kebinekaan, mendorong dinamika politik yang memiliki efek negatif atau positif dalam membangun suatu integrasi yang teruji sebagai sebuah kajian pada ilmu politik.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28