DAMPAK PENCUCIAN UANG TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEAMANAN NASIONAL BERDASARKAN KEBIJAKAN DI NEGARA INDONESIA
Kata Kunci:
Pencucian uang, Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Nasional, Kebijakan PencegahanAbstrak
Pencucian uang memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk ekonomi, keuangan, dan reputasi suatu negara. Di sektor ekonomi, praktik pencucian uang dapat merugikan perusahaan-perusahaan legal yang beroperasi dengan jujur, karena mereka kesulitan bersaing dengan entitas yang terlibat dalam praktik ilegal. Penggunaan perusahaan kedok untuk mencampurkan dana ilegal dan legal dapat merusak pasar keuangan dan meningkatkan risiko likuiditas, mengancam integritas pasar. Pelaku pencucian uang seringkali tidak tertarik pada keuntungan investasi, melainkan pada perlindungan hasil kejahatan dan distribusi dana secara ekonomis, menciptakan distorsi dan ketidakstabilan ekonomi. Dampak ini dapat memberikan manfaat bagi negara terkait, tetapi juga menantang pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang efektif. Dampak pencucian uang tidak terbatas pada sektor ekonomi, melainkan juga menyentuh pendapatan negara dari sektor pajak, merugikan wajib pajak yang patuh, dan menghambat pengumpulan pajak pemerintah. Kehilangan pendapatan ini dapat merugikan perekonomian secara keseluruhan. Secara global, praktik pencucian uang dapat merusak reputasi suatu negara, mengurangi kepercayaan pasar, dan menghalangi investasi asing. IMF menekankan potensi dampak besar pencucian uang pada perekonomian, termasuk gangguan terhadap operasi ekonomi dan penurunan tingkat pertumbuhan. Pencucian uang juga dapat mempengaruhi kinerja lembaga perekonomian nasional dan berdampak negatif pada sistem keuangan internasional. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang dampak pencucian uang diperlukan untuk mengembangkan kebijakan pencegahan dan penanganan yang efektif. Tindakan preventif yang cermat perlu diimplementasikan untuk melawan ancaman serius ini terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.