TANGGUNG JAWAB PANITIA PACU JALUR TERHADAP KERUGIAN PESERTA DITINJAU DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA

Studi Empiris Pasca Pelaksanaan Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi

Penulis

  • Rara Zui Andri Universitas Riau
  • Rahmad Hendra Universitas Riau
  • Nurahim Rasudin Universitas Riau

Kata Kunci:

Tanggung Jawab, Panitia Pacu Jalur, Kerugian Atlet, Perbuatan Melawan Hukum

Abstrak

Pacu Jalur merupakan olahraga tradisional masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang memiliki risiko terjadinya kerugian terhadap peserta atlet, baik berupa cedera fisik maupun kerugian lainnya akibat kecelakaan dalam perlombaan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, panitia penyelenggara memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap keselamatan peserta selama perlombaan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tanggung jawab panitia Pacu Jalur terhadap kerugian peserta atlet serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tanggung jawab tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis dengan sifat penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan panitia penyelenggara, tenaga medis, atlet Pacu Jalur, pemerintah desa, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, serta didukung dengan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab panitia Pacu Jalur terhadap kerugian peserta atlet telah dilakukan melalui penyediaan tenaga medis, ambulans, posko kesehatan, pengamanan, dan pemberian asuransi selama kegiatan berlangsung. Namun demikian, pelaksanaan tanggung jawab tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat berbagai kendala, yaitu kendala yuridis, teknis, sosial, dan budaya. Berdasarkan teori Perbuatan Melawan Hukum, panitia tetap dapat dimintai pertanggungjawaban apabila terdapat kelalaian yang menimbulkan kerugian terhadap peserta atlet.

Pacu Jalur is a traditional sport in Kuantan Singingi Regency that carries the risk of harm to athletes, including physical injury and other losses due to accidents during the competition. In carrying out this activity, the organizing committee is responsible for protecting the safety of participants during the competition. This study aims to determine the implementation of the Pacu Jalur committee's responsibility for harm to athletes and the obstacles encountered in carrying out this responsibility. The research used is a sociological legal study with a descriptive nature. Data were obtained through interviews with the organizing committee, medical personnel, Pacu Jalur athletes, village government officials, and the Kuantan Singingi Regency Tourism Office, supported by a literature review. The data obtained were analyzed qualitatively using the theory of Unlawful Acts (PMH). The results indicate that the Pacu Jalur committee has implemented its responsibility for harm to athletes through the provision of medical personnel, ambulances, health posts, security, and insurance during the event. However, the implementation of this responsibility has not been optimal due to various legal, technical, social, and cultural obstacles. Based on the theory of Unlawful Acts, the committee can still be held liable if negligence results in harm to participating athletes.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30