GENDER DAN PARTISIPASI POLITIK: STUDI KASUS MINIMNYA PARTISIPAN POLITIK PEREMPUAN DI ACEH AKIBAT DARI BUDAYA PATRIARKI YANG MENDOMINASI
Kata Kunci:
Gender, Aceh, Partisipasi PolitikAbstrak
Penelitian ini mengeksplorasi dampak budaya patriarki terhadap partisipasi politik perempuan di Aceh, sebuah wilayah dengan norma-norma gender yang kuat. Dengan pendekatan studi kasus, faktor-faktor pembatas partisipasi politik perempuan dianalisis, termasuk akses terhadap pendidikan, sumber daya, motivasi, dan dukungan sosial. Pentingnya memahami konteks budaya dan sosial yang memengaruhi keterlibatan politik perempuan ditekankan, bersama implikasi kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang dalam memperkuat peran perempuan dalam politik Aceh dan wilayah serupa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menghasilkan informasi deskriptif dari sudut pandang partisipan. Teknik pengumpulan data melalui kajian literatur dengan analisis deskriptif-analitis dari berbagai sumber, sesuai dengan fokus penelitian. Metode analisis data didasarkan pada model Miles dan Huberman, yang melibatkan proses interaktif dan berkelanjutan hingga kejenuhan informasi tercapai. Proses analisis mencakup reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.kesimpulan yang dapat diambil bahwa hambatan yang dihadapi perempuan dalam mendapatkan representasi yang adil dalam politik, terutama di Aceh, sangat kompleks. Ideologi Gender state ibuism dan budaya patriarki menjadi penghalang signifikan bagi keterlibatan aktif perempuan dalam politik formal, meskipun undang-undang telah menetapkan target keterwakilan perempuan. Faktor lain seperti perbedaan budaya, kendala geografis, dan kurangnya pengetahuan tentang proses politik juga mempengaruhi rendahnya partisipasi politik perempuan di Aceh.