MENGHAPUS KEKERASAN PADA ANAK: MEMBANGUN JEMBATAN MENUJU KESEMBUHAN DAN KEBEBASAN

Penulis

  • Anisara Aulia Universitas Pendidikan Indonesia
  • Edria Al Shahada Universitas Pendidikan Indonesia
  • Olivia Universitas PGRI Silampari
  • Ruth Daniella Hasian Sinaga Universitas Pendidikan Indonesia
  • Natasya Catrina Sihombing Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dadi Mulyadi Nugraha Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Anak, Hak Asasi Manusia, Kekerasan

Abstrak

Kekerasan pada anak merupakan masalah serius yang dapat meninggalkan dampak jangka panjang pada kesejahteraan mereka. Menghapus jejak kekerasan pada anak adalah langkah penting dalam membangun jembatan menuju kesembuhan dan kebebasan bagi mereka. Menghapus jejak kekerasan pada anak melibatkan upaya untuk menghentikan siklus kekerasan dan memberikan perlindungan, pemulihan, dan dukungan kepada anak-anak yang telah mengalami kekerasan. Langkah ini membantu anak-anak untuk sembuh dari trauma yang mereka alami dan memungkinkan mereka untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh kekerasan. Selain itu, menghapus jejak kekerasan pada anak juga membantu membangun jembatan menuju kebebasan bagi mereka. Kekerasan dapat membatasi kebebasan anak dalam berbagai aspek kehidupan mereka, baik secara fisik maupun emosional. Dengan menghilangkan jejak kekerasan, anak-anak dapat merasa aman, didukung, dan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut atau penindasan. Menghapus jejak kekerasan pada anak juga berperan dalam mencegah siklus kekerasan berlanjut. Anak-anak yang mengalami kekerasan cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi pelaku atau korban kekerasan di masa depan. Dengan menghentikan siklus kekerasan pada anak, kita dapat mencegah penyebaran kekerasan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai bagi generasi mendatang. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan individu. Ini melibatkan pendidikan tentang pentingnya perlindungan anak, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan, dukungan dan pemulihan bagi korban, serta pembangunan lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak-anak.

This research aims to analyze community participation in planning and implementing village development programs in Tebas Sungai Village, Tebas District, Sambas Regency. The research method used is qualitative with a case study approach. The research focus includes two main variables, namely community participation in development planning and community participation in implementing village development programs. The research population was the entire community of Tebas Sungai Village, with sampling using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation and documentation studies. Data analysis was carried out using the content analysis method to identify patterns, themes and factors that influence community participation. The research results show an in-depth picture of the level of community participation in planning and implementing village development. Discussion of research results involves analysis of factors that influence community participation, as well as implications for the effectiveness of village development programs. The conclusion highlights the extent to which the community is involved in village development. Based on these conclusions, this research presents a number of suggestions for increasing community participation in planning and implementing village development. It is hoped that these suggestions can become a reference for the village government, related institutions and the community in efforts to increase the effectiveness of village development programs in the future.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-31